patah tulang

Rehabilitasi Medis untuk Penderita Patah Tulang

Pengertian patah tulang secara medis

Parah Tulang atau Fraktura dalam istilah medisnya, adalah dimana kondisi atau keadaan salah satu bagian tulang pada tubuh terjadi keretakan atau patah karena adanya sebuah tekanan / benturan atau melemahnya kekuatan tulang itu sendiri seperti osteoporosis.

Hal ini dapat terjadi pada bagian mana saja pada tubuh kita, namun situasi yang paling sering terjadi patah tulang adalah pada bagian lengan atau kaki, pinggul atau rusuk.

Penanganan Rehabilitasi Medik untuk Patah Tulang

Rehabilitasi Medik akan dilakukan setelah patah tulang tersebut mulai membaik dan stabil (misal, nyeri tertangani, setelah dilakukan operasi). Dokter yang menangani Rehabilitasi Medik melakukan penilaian terhadap keadaan pasien, menentukan daftar masalah kemudian menentukan terapi apa saja yang diperlukan bagi pasien tersebut.

Penanganan Patah Tulang Saat Berolah Raga

Untuk tindakan pertama pada cedera patah tulang pada saat olahraga adalah tetap berusaha tenang dan jangan panik, usahakan sesegera mungkin untuk mencari bantuan medis. Lalu sangat penting untuk diperhatikan agar TIDAK berusaha mengembalikan posisi tulang patah apabila menonjol keluar, karena dapat memungkinkan terjadinya pendarahan dan sobeknya bagian otot sekitarnya.

Kemudian usahakan untuk menopang bagian tulang yang patah dengan benda kaku dan membalut bagian tulang yang patah dengan kasa dengan tujuan posisi tulang yang patah tidak bergerak atau tetap pada posisi nya. Lalu coba mengkompres bagian yang mengalami cedera dengan es yang di balut dengan kain untuk meredakan rasa sakit yang ditimbulkan, hal ini juga membantu mengurangi pembengkakan yang mungkin terjadi.

Penanganan Patah Tulang akibat Kecelakaan

Pada dasarnya untuk tindakan pertama yang harus dilakukan saat terjadi patah tulang saat apapun tidaklah berbeda dengan penjelasan yang telah kami bahas sebelumnya. Akan tetapi, kondisi dan situasi yang mungkin sangat berbeda. Mungkin hal yang sering terjadi pada saat kecelakaan adalah hal yang darurat. Hal yang paling tepat adalah dengan segera mencari bantuan medis dan segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Aktifitas Rutin Sehari-hari

JIka telah terjadi patah tulang, maka banyak hal yang perlu diperhatikan untuk aktifitas sehari-hari. Disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, soda, dan cokelat. Kafein dapat mengganggu penyerapan kalsium dan mineral yang dibutuhkan untuk penyembuhan patah tulang. Bagi penderita yang biasa mengonsumsi alkohol dan merokok, disarankan juga untuk mulai menguranginya karena dapat menghambat proses penyembuhan.

Pada proses penyembuhan patah tulang juga bisa dipercepat dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin D, kalsium, dan protein. Selama masa penyembuhan, banyak-banyaklah konsumsi susu, yoghurt, ikan, dan sayuran-sayuran hijau seperti bayam dan kangkung.

Jika bagian tulang yang patah dipasang gips, sangat penting untuk diperhatikan untuk tetap menjaga keadaan dan kebersihan pada gips tersebut. Tidak memasukan bedak atau benda apapun ke dalam bagain bawah gips karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit di bawah gips.

Tujuan Penanganan Rehabilitasi Medis

Adapun tujuan dari dilakukannya penanganan rehab medis adalah untuk membantu pemulihan dan penyembuhan dalam kasus patah tulang, mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan akibat patah tulang, mempertahankan dan memperkuat otot serta jangkauan gerakan sendi pada area tulang yang patah, sehingga pasien dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan mandiri.

Jenis Terapi untuk Penderita Patah Tulang

Untuk jenis terapi yang akan dilakukan oleh pasien tergantung pada bagian yang terganggu pada penderita patah tulang tersebut. Patah tulang dapat terjadi pada anggota gerak atas atau pada anggota gerak bawah atau keduanya, juga dapat terjadi pada tulang belakang sehingga dapat mengganggu fungsi dari aktivitas sehari-hari pasien tersebut. Apabila patah tulang terjadi pada anggota gerak atas dan atau tulang belakang, apakah ada masalah saraf atau otot yang robek yang dapat mengganggu fungsi tangan. Apabila pada angota gerak bawah, seberapa banyak mengganggu fungsi berjalan. Oleh karena itu jenis terapi yang dapat dilakukan adalah:

Terapi Fisik

Jenis terapi fisik ini pada pasien patah tulang  sangatlah membantu untuk perkembangan mobilitas / pergerakan pasien yang memiliki keterbatasan dalam pergerakannya. Jika patah tulang anggota gerak bawah, serangkaian latihan dapat menolong pasien agar bisa kembali berjalan dengan baik. Termasuk menentukan apakah perlu memakai alat bantu dan alat bantu jalan apa yang cocok.

Modalitas

Terapi modalitas pada tulang yang patah adalah Penggunaan alat-alat tertentu dapat mengawali latihan dengan tujuan meringankan rasa sakit dan atau pembengkakan. Misalnya dengan stimulasi elektrik untuk membantu meningkatkan pengerahan otot. Terapi pasif ini biasanya dikombinasikan dengan terapi fisik/latihan.

Terapi Okupasi

Ada penyakit dan kondisi tertentu yang membuat pasien tidak bisa melakukan kegiatan sederhana seperti makan, memakai baju, atau menyikat gigi. Terapi okupasi bertujuan untuk membantu pasien yang butuh dampingan dalam menjalani kegiatan tersebut.

Terapi ini pada pasien yang berfokus untuk mengembalikan gerak motorik halus, fungsi indera, dan kemampuan sejenisnya yang diperlukan pasien untuk hidup secara mandiri. Terapis akan membantu pasien berlatih melakukan kegiatan umum, seperti membuka botol, memegang pena, memgang sendok dan makan dengan peralatan makan tersebut.

Persiapan Sebelum Terapi

Sebelum dilakukan terapi untuk pasien, disarankan dan penting untuk berkomunikasi dengan dokter bedah yang melakukan tindakan pada pasien . Edukasi mengenai program dan rencana pengobatan yang akan dilakukan wajib dilakukan kepada pasien.

Sehingga pasien terinfo mengenai tahapan dan meningkatkan kepatuhan pasien saat melakukan terapi. Dokter akan menetapkan tujuan jangka pendek dan panjang yang ditetapkan bersama dengan pasien juga.

Proses Terapi pada Pasien Patah Tulang

Terapi yang dilakukan untuk kasus pasien dapat dilakukan pada saat masa imobilisasi (ketika gips masi terpasang atau pasca operasi) dan pada saat tulang sudah mulai menyatu (saat gips sudah dilepas).

Terapi pada saat pasien patah tulang masi menggunakan gips bertujuan untuk mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri yang ditimbulkan, membantu sirkulasi darah ke area tulang yang patah, memepertahankan fungsi otot, mempertahankan rentang gerak sendi, dan mulai mengajari pasien untuk menggunakan alat bantu gerak.

Sedangkan terapi yang dilakukan pada saat pasien sudah mulai melepas gips dengan catatan tulang sudah dipastikan menyatu kembali bertujuan untuk mengembalikan daya dan fungsi gerak pada sendi sepenuhnya, mengembalikan kekuatan ototnya secara penuh, dan membantu mengembalikan kondisi pasien agar dapat melakuan aktifitas dengan normal.

Resiko dan Efek Samping Terapi pada Pasien Patah Tulang

Setiap tindakan pastinya memiliki resiko dan efek samping. Seperti rasa nyeri, pegal, atau tidak nyaman pada area tubuh yang mendapat terapi. Kondisi kesehatan, usia, kebiasaan sehari-hari, dan aktivitas pasien juga mempengaruhi respons terhadap proses terapi. Tubuh pasien akan melakukan kompensasi setelah dilakukan terapi rutin.
Pasien juga perlu memberitahukan hal apa saja yang dapat mempengaruhi terapi, misalnya jika sedang mengonsumsi obat atau suplemen tertentu. Begitu juga jika ada alergi atau sedang menjalani terapi medis lain.

Komunikasi adalah hal yang sangat penting antara dokter, terapi, dan pasien yang akan dilakukan terapi. Gejala yang dirasakan sebelum, pada saat dan setelah dilakukan terapi dapat menjadi pertimbangan bagi dokter dan terapis untuk mengubah, menambah terapi serta menilai tingkat kemajuan pasien.

Perawatan Pasien Setelah Terapi

Pasien akan menerima edukasi dan panduan untuk perawatan secara mandiri dan saran medis setelah menjalani terapi. Panduan dan saran ini perlu dipatuhi agar proses rehabilitasi berjalan sesuai dengan harapan. Pasien biasanya diminta tidak terlalu memforsir atau memaksakan kerja tulang yang baru mendapat terapi selama beberapa waktu.
Pasien juga mungkin perlu menjadwalkan untuk konsultasi dengan dokter rehabilitasi medis guna menilai progres pemulihan pada tulang yang sebelumnya patah.

Berdasarkan penilaian ini, dokter akan menentukan tingkat keberhasilan fisioterapi dan okupasi terapi serta tindakan apa yang perlu dilakukan untuk membantu pemulihan lebih baik.

Rekomendasi Pengobatan Patah Tulang

Pada dasarnya tidak semua kasus patah tulang berakhir dengan operasi, Tulang manusia dapat beregenerasi dengan sendirinya, namun hal ini membutuhkan waktu yang lama. Tugas dokter tulang maupun ahli tulang tradisional adalah memposisikan tulang  yang patah pada posisi yang benar agar tidak melengkung atau kaku saat kembali pulih sehingga bentuk tulang penderita menjadi cacat.

Selain itu dokter dan ahli tulang tradisional juga membantu untuk memercepat pemulihan pasien tulang patah yang pada dasarnya jenis cedera ini akan memakan waktu selama berbulan-bulan untuk masa pemulihannya. Untuk penanganan yang paling sering digunakan adalah dengan proses fisioterapi, memeberikan suntikan, obat-obatan, serta terapi dengan menggunakan laser.

Tulang Anggota Gerak Bawah

Yang termasuk Tulang anggota gerak bagian bawah adalah tulang bagian paha dan kaki yang memungkinkan tubuh untuk duduk, berdiri, berjalan, hingga berlari. Fungsi utama tulang gerak bagian bawah adalah untuk menopang beban tubuh dan menyeimbangkan pergerakan / mobilitas seseorang dalam bergerak.

Berikut adalah nama-nama tulang anggota gerak bagian bawah:

  • 2 tulang paha atau femur;
  • 2 bagian tulang tempurung lutut atau patella;
  • Dua buah tulang betis atau tibia;
  • 2 buah tulang kering atau fibula;
  • 14 tulang pergelangan kaki atau tarsal;
  • 10 tulang telapak kaki atau metatarsal;
  • 28 tulang jari-jari kaki atau phalanx;
  • 2 tulang panggul atau koksa; dan

Tulang panggul sendiri terdiri atas tiga pasang tulang yaitu ilium, pubis, dan juga iskium.

Tulang Anggota Gerak Atas

Jenis Tulang anggota gerak atas meliputi bagian bahu hingga siku, bagian siku hingga pergelangan tangan, dan juga bagian telapak tangan.

Berikut adalah daftar tulang anggota gerak atas:

  • Dua 2 tulang selangka atau klavikula;
  • 2 bagian tulang lengan atas atau humerus;
  • Dua buah tulang hasta atau ulna;
  • 2 tulang pengumpil atau radius;
  • 16 tulang pergelangan tangan atau carpal;
  • 10 tulang telapak tangan atau   metacarpal; dan
  • 28 tulang jari atau phalanx;

Fungsi tulang anggota gerak atas antara lain membantu kita menggenggam, menulis, menggambar, memegang benda, menunjuk, dan yang lainnya.

Gips Patah Tulang Tangan

Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk mengatasi cedera pada tangan. Diantaranya seperti dengan menggunakan pen, gips, pemberian obat-obatan dan melalui terapi fisik setelah mendapatkan pemasangan gips pada lengan yang patah.

Pilihan ini juga akan direferensikan oleh dokter yang menangani pasien tersebut. Tergantung dari jenis cedera dan seberapa parah cedera patah tulang yang diderita oleh pasien. Jika didapati kasus yang serius tidak menutup kemungkinan harus dilakukan operasi  untuk tahap awalnya dan melakukan fisioterapi untuk proses pemulihannya.

Berapa Lama Penyembuhan Patah Tulang Tangan

Pada dasarnya, tulang yang patah pada tubuh manusia dapat tumbuh dan menyatu kembali dengan sendirinya. Tapi, pengobatan secara medis tetap diperlukan untuk membantu tulang tumbuh di posisi yang tepat tanpa ada perubahan bentuk pada saat pembentukan kembali dan terhindar dari komplikasi.

Lamanya penggunaan alat atau prosedur pengobatan lainnya tergantung pada proses penyembuhan itu sendiri. Proses pemulihan dengan cara ini bisa beragam pada setiap orang, tergantung pada tingkat keparahannya.

Namun, pada umumnya waktu yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan cedera tangan bisa mencapai 3-6 minggu atau lebih. Setelah rentang waktu tersebut, gips mungkin sudah bisa dibuka, tetapi untuk melakukan aktivitas akan tetap dibatasi selama 2-3 bulan hingga tulang benar-benar pulih.

Untuk mempercepat penyembuhan, sebaiknya pasien berhati-hati saat beraktivitas. Pasien sangat disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan untuk patah tulang tangan yang direkomendasikan seperti asupan yang mengandung suplemen vitamin untuk tulang.

Patah Tulang Tangan

Untuk kasus seperti tulang patah tangan dapat terjadi pada setiap tulang yang ada di tangan, tidak terkecuali tulang kecil di ruas-ruas jari, hingga tulang panjang yang ada di lengan. Patah tulang dibagian tangan bisa disebabkan karena adanya benturan atau hantaman keras pada tangan. Misalnya seperti akibat terjatuh dari ketinggian, kecelakaan lalu lintas, atau cedera ketika berolahraga. Jika Anda atau orang lain yang ada di sekitar mengalami patah tulang tangan, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan, di antaranya seperti :

  • Jika luka terbuka, segera hentikan perdarahan dengan cara menekan luka menggunakan lap bersih atau kain kasa.
  • Jangan coba-coba meluruskan area tangan dan memperbaiki posisi tulang yang patah sendiri dan sebisa mungkin batasi gerakan.
  • Jika memungkinkan, segera lepaskan aksesoris di tangan, seperti gelang atau cincin. Hal ini karena patah tulang tangan dapat memicu pembengkakan, yang menyulitkan proses melepaskan perhiasan nantinya.
  • Kompres area tangan yang patah dengan menggunakan es batu yang dibalut kain. Hal ini bertujuan untuk meredakan rasa sakit dan bengkak.
  • Jika rasa sakitnya memberat, diusahakan untuk segera memberikan obat-obatan pereda nyeri untuk dikonsumsi, seperti ibuprofen atau paracetamol. Untuk dosisnya tetap sesuai petunjuk pemakaian di label kemasan.

Sambil melakukan langkah pertolongan awal yang telah dijelaskan, sebisa mungkin cari bantuan medis atau segera ke UGD terdekat, untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Pengobatan Patah Tulang Kaki

Obat dan pengobatan cedera pada kaki atau tungkai bisa beragam. Hal ini tergantung pada lokasi tulang secara spesifik yang mengalami patah, penyebab cedera terjadi, jenis fraktur, tingkat keparahan, usia serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Umumnya, pengobatan untuk fraktur pada kaki atau tungkai adalah dengan memasang gips atau belat, dan pemberian obat-obatan. Tidak menutup kemungkinan harus dilakukan operasi jika kasus patah tulang harus menggunakan pen sebagai penyangga tulang yang patah.

Mengurangi pergerakan dan menahan posisi tulang yang patah di tempat yang tepat adalah hal yang penting dalam proses penyembuhan patah tulang. Salah satu cara untuk memenuhi hal tersebut adalah dengan memasang gips atau belat di area kaki atau tungkai yang mengalami patah tulang.

Namun, sebelum memasang alat tersebut, dokter akan memastikan dahulu apakah tulang sudah berada di posisi yang tepat dan normal. Bila bergeser, dokter akan mensejajarkan posisi tulang terlebih dahulu agar sembuh dan kembali menyatu pada posisi yang benar. Umumnya, prosedur ini membutuhkan obat bius total atau lokal.

Selain gips atau belat, pada fraktur pergelangan, telapak, dan jari kaki, dokter mungkin saja hanya memasang alat penyangga lain yang bisa dilepas, seperti brace, boot, atau sepatu dengan sol yang kaku. Konsultasikan mengenai alat penyangga yang tepat sesuai kondisi pasien.

Patah Tulang Kaki

Faktanya kaki dan tungkai terdiri dari puluhan tulang dalam struktur tulang sebagai bagian dari sistem gerak. Keduanya saling bekerja sama untuk membantu seseorang untuk berjalan. Bila satu tulang saja mengalami patah tulang atau fraktur, seseorang akan mengalami kesulitan berjalan dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Patah tulang kaki dan tungkai adalah kondisi ketika satu atau lebih tulang yang berada di kaki mengalami patah, retak, atau pecah. Tulang yang patah di kaki dan tungkai ini bisa terjadi di bagian mana saja dari anggota gerak bagian bawah, mulai dari paha (fraktur femur), tungkai bawah (fraktur tibia dan fibula), hingga pergelangan, telapak, dan jari kaki.

Jenis fraktur yang terjadi bisa beragam, seperti patah tulang terbuka, tertutup, serta displaced atau nondisplaced fracture. Bentuk dari patahannya pun bisa berbagai macam. Tetapi yang umum terjadi adalah transversal, oblik, spiral, atau kominutif. Sementara itu, fraktur stres merupakan jenis cedera yang sering terjadi di kaki dan pergelangan kaki.

Gips Patah Tulang Kaki

Pemasangan gips pada kaki yang cedera berfungsi untuk menjaga agar posisi tulang yang patah tetap lurus atau berada pada posisi fisiologisnya. Hal ini berguna untuk mendukung proses penyembuhan patah tulang kaki dengan sendirinya.

Pemasangan gips pada tulang kaki juga berguna untuk membantu membatasi gerak dan melindungi area yang cedera agar kondisinya tidak semakin parah. Seorang dokter terkadang menggunakan gips serta bidai bersamaan. Contohnya adalah seorang doker dapat lebih dulu menstabilkan fraktur dengan bidai, kemudian menggantinya dengan gips setelah pembengkakan berkurang.

Namun di beberapa kondisi bisa saja langsung menggunakan gips di pada tahap awal pengobatan. Rekomendasi dokter akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Jenis Pen Untuk Patah Tulang Kaki

Operasi pemasangan pen dilakukan dengan reduksi terbuka atau membuat sayatan untuk menyelaraskan kembali tulang yang bermasalah. Bahan pen yang digunakan biasanya terbuat dari titanium atau baja tahan karat. Berikut adalah beberapa jenis pen yang dapat dipasang pada tulang kaki yang patah:

  • Pen Pelat
    Pelat dilekatkan dengan menggunakan sekrup untuk menyatukan potongan-potongan tulang pada kaki yang patah.
  • Pen Sekrup
    Sekrup memiliki desain dan ukuran berbeda berdasarkan jenis patahan dan penggunaannya. Sekrup dapat digunakan sendiri atau untuk menahan jenis-jenis pen lainnya.
  • Pen Paku atau batang
    Paku atau batang umumnya digunakan untuk patah pada tulang kaki yang panjang, seperti femur dan tibia.
  • Pen jenis Kawat
    Kawat sering digunakan untuk menyatukan potongan-potongan tulang kaki yang terlalu kecil untuk diperbaiki dengan sekrup.

Setelah tulang kaki sembuh, perangkat keras atau pen ini tidak akan dilepas kembali. Namun, ada kalanya beberapa kondisi dapat menyebabkan pen yang dipasang patah. Kondisi ini merupakan salah satu efek samping pemasangan pen.

Cara Berjalan Setelah Patah Tulang Kaki

Setelah terjadi hal tersebut pada kaki biasanya akan dipasang belat atau gips. Maka dokter akan menyarankan untuk menggunakan tongkat kruk untuk menopang berat badan pasien pengganti kaki selama masa penyembuhan. Tongkat kruk juga berfungsi sebagai alat bantu untuk berjalan bagi pasien patah tulang kaki.

Selain itu apabila diagnosa tulang yang patah dinilai cukup parah oleh dokter, maka pasien akan di sarankan untuk menggunakan kursi roda untuk alat bantu mobilitasnya.

Berapa Lama Penyembuhan Tulang Anggota Gerak Bawa

Butuh waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk kaki atau anggota gerak bagian bawah yang patah kembali pulih. Waktu pemulihan akan tergantung pada tingkat keparahan cedera dan bagaimana pasien itu sendiri mengikuti arahan dokter.

Karena tulang utama dari kaki dan anggota gerak bagian bawah fungsi utamanya untuk menopang berat badan, setidaknya proses penyembuhan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 minggu secara umum dan apabila tidak ada hal yang mempelambat atau menunda proses penyembuhannya.

Tingkat keparahan cedera dan faktor usia pasien dapat menyebabkan komplikasi. Misalnya, orang lanjut usia dengan patah tulang bagian pinggul mungkin mengalami kesulitan mendapatkan kembali kekuatan dan mobilitasnya kembali.

Namun pasien yang mengalami kasus fraktur terbuka (di mana patah pada tulang yang menempel melalui kulit), mungkin berisiko lebih tinggi terhadap infeksi tulang. Jika infeksi terjadi, hal tersebut dapat menunda proses penyembuhan secara signifikan.

Tempat Fisioterapi Patah Tulang

Setelah pasien melewati beberapa proses penanganan awal terhadap tulang patah. Tentunya untuk masa pemulihan dokter akan menyarankan untuk tetap melakukan proses berikutnya yaitu fisioterapi.

Bagi pasien yang berobat, fisioterapi sangat berperan dan bermanfaat untuk memulihkan kekuatan dan fungsi otot serta sistem gerak yang cenderung kaku setelah fraktur / patah tulang terjadi dan selama menjalani pengobatan.

Hal ini tentu membantu Anda kembali menjalani aktivitas normal dan mengurangi risiko kekakuan permanen, terutama bila fraktur terjadi di dekat atau melalui persendian. Untuk itu kami rekomendasikan untuk mencoba pengobatan fisioterapi yang berada di daerah Kemang, Jakarta Selatan yaitu Klinik fisioterapi Silverywellnes Health & Center.

SilveryWellnes Health & Center

SILVERYWellness & Health Center merupakan pusat layanan fisioterapi yang didirikan oleh perusahaan swasta berbadan hukum yang bernama PT Adhi Bakti Luhur pada 28 November 2018 dan berlokasi di Jalan Kemang Selatan I No 16 A, Jakarta Selatan. Klinik ini telah dilengkapi dengan berbagai sarana fisioterapi yang telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Disamping itu klinik ini juga memiliki terapis yang handal dan ahli di bidangnya.

 

Tag : oploverz

Leave a Reply

Your email address will not be published.