Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Nyeri Sendi

Sendi adalah bagian penghubung antara dua tulang yang membantu pergerakan tulang tersebut. JIka terjadi Nyeri sendi artinya pada titik penghubung antara dua tulang tersebut telah terjadi peradangan.

Nyeri sendi atau arthralgia adalah gejala dari suatu kondisi medis, seperti radang sendi (artritis) dan peradangan pada bantalan sendi (bursitis). Intensitas Nyeri sendi dapat terasa ringan hingga berat, dan bisa berlangsung secara singkat (akut) atau berkepanjangan (kronis).

Penyebab nyeri sendi

Nyeri sendi dapat terjadi akibat berbagai kondisi, dari cedera atau peradangan pada sendi, bursa, ligamen, tulang rawan, tendon, dan tulang di sekitar sendi. Pada orang lanjut usia, nyeri sendi kebanyakan disebabkan oleh osteoartritis. Hal ini biasanya menyebabkan nyeri di lebih dari satu titik sendi.

kekurangan vitamin D

Vitamin D bagi tubuh sangat dibutuhkan untuk keseimbangan kekuatan tulang dan sendi. Dengan banyak mengkonsumsi makanan atau buah yang banyak mengandung vitamin D, akan membantu menjaga kesehatan dan kekokohan tulang. Vitamin D juga dapat mengurangi atau mencegah terjadinya Osteoporosis.

Gejala nyeri sendi

Gejala Nyeri sendi yang terjadi biasanya ditandai dengan rasa tidak nyaman atau sakit pada sendi. Keadaan ini biasanya merupakan gejala dari penyakit tertentu sehingga kebanyakan disertai dengan gejala lain.

Seperti saat sendi terlihat kemerahan, bengkak, dan nyeri ketika disentuh. Sendi terasa hangat dan kaku. Kemudian pergerakan sendi berkurang atau terbatas. Atau bahkan sendi sulit digerakkan, misalnya akibat nyeri di sendi lutut menyebabkan pincang ketika berjalan.

Pengobatan nyeri sendi

Pengobatan nyeri sendi bertujuan untuk meringankan nyeri dan peradangan, memperbaiki fungsi sendi, sekaligus mengobati penyakit dan kondisi yang mendasarinya. Berikut adalah metode pengobatan yang dapat dilakukan:

Pengobatan Secara Modern

Untuk Jenis pengobatan nyeri sendi secara modern dapat dikatakan dengan menggunakan jasa Terapis atau dengan datang pada dokter ahli. Seiring dengan kemajuan teknologi, kini sudah tersedia berbagai pilihan untuk membantu pengobatan atau terapi nyeri sendi. Contohnya seperti dengan pemberian atau injeksi steroid, asam hyaluronat (viscosuplemen), dan radiofrekuensi ablasi (RFA).

Beragam suplemen dan herbal untuk membantu terapi nyeri atau nyeri sendi juga sudah banyak di pasaran. Tetapi sebaiknya sebelum mengonsumsi keduanya perlu konsultasi dengan dokter karena kemungkinan dapat berinteraksi dengan oba-obatan pada pasien.

Macam-macam terapi yang dapat dilakukan untuk menangani nyeri sendi seperti Fisioterapi, untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan stamina tubuh. Kemudian, Terapi okupasi, untuk membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari. Lalu, Psikoterapi, untuk meningkatkan semangat pasien mengatasi penyakitnya. Dan Terapi lain berdasarkan kondisi yang diderita, seperti radioterapi untuk mengobati kanker

Bila diperlukan, penderita nyeri sendi dapat menggunakan alat bantu jalan, penyangga, atau tongkat untuk mengurangi rasa sakit dan membantu pergerakan sendi.

Operasi

Jika pengobatan yang dilakukan tidak dapat meringankan gejala yang dialami pasien, dokter dapat menyarankan operasi, tergantung pada penyebab nyeri sendi. Beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan untuk menangani nyeri sendi adalah:

  • Metode Operasi perbaikan sendi, untuk memperbaiki permukaan sendi dan mengatur sendi ke posisi yang benar.
  • Teknik Operasi penggantian sendi, untuk mengganti sendi yang rusak dengan sendi buatan.
  • Metode Operasi fusi sendi (arthrodesis), untuk menyatukan kedua tulang yang dihubungkan oleh sendi yang rusak.
  • Dengan Operasi pengeluaran atau aspirasi cairan sendi, untuk mengeluarkan cairan yang berlebihan di dalam sendi.
  • Operasi untuk mengatasi penyakit penyebab nyeri sendi, misalnya operasi pengangkatan jaringan kanker.

Pengobatan Secara Tradisional

Untuk Jenis pengobatan nyeri sendi secara tradisional adalah dengan melakukan pemijatan atau dengan menggunakan beberapa jenis obat herbal yang dapat ditemui sehari-hari. Tentunya jika ingin melakukan pengobatan secara tradisional harus dilakukan dengan orang yang sudah paham atau sudah ahli di bidangnya. Jika anda salah dalam melakukan pengobatan, bisa jadi nyeri yang anda rasakan akan semakin berat dan memerkukan tindakan khusus dalam menanganinya.

Obat-obatan

Saat ini banyak obat-obatan yang tersedia untuk menangani keluhan nyeri sendi. Tentunya setelah melakukan konsultasi dan mendapatkan diagnosa tentang nyeri sendi yang anda rasakan. Dua jenis Obat yang kita ketahui secara umum adalah obat secara herbal dan obat-obatan kimia seperti di bawah ini :

Obat Herbal

Banyak suplemen herbal diyakini dapat mengurangi nyeri sendi, meskipun penelitian ilmiah belum mengonfirmasi bahwa ramuan atau suplemen tertentu dapat mengobati radang sendi. Beberapa pilihan herbal tersebut di antaranya seperti Boswellia, Bromelain, Ginkgo, dan Jelatang. Dan beberapa jenis obat herbal yang umum dijumpai seperti :

  • Green tea juga dikenal bermanfaat untuk melindungi sendi dan tulang rawan dari kerusakan. Anda disarankan meminumnya secara rutin sebelum tidur untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
  • lidah buaya juga menjadi salah satu bahan tradisional yang dapat digunakan sebagai obat pereda nyeri akibat radang sendi.
  • Jahe merupakan obat herbal alami untuk banyak penyakit, termasuk nyeri sendi akibat peradangan.
  • Menambahkan bawang putih ke dalam diet dan makanan sehari-hari dapat memberi manfaat baik gejala radang sendi, dan kesehatan secara keseluruhan. Anda juga bisa mengkonsumsinya secara langsung.\

Dalam mengonsumsi suplemen menggunakan obat herbal diatas, sebaiknya penderita nyeri sendi selalu meminta saran terlebih dahulu kepada dokter. Karena beberapa suplemen herbal kemungkinan dapat menyebabkan efek samping dan interaksi obat yang berbahaya.

Obat- obatan Kimia

Saat ini telah banyak obat-obatan yang tersedia di pasaran untuk menangani berbagai keluhan seputar nyeri sendi. Penggunaan obat-obatan ini tentunya harus dengan resep dokter setelah mendapatkan beberapa diagnosa tentang nyeri sendi yang diderita. Jenis Obat-obatan yang dapat diberikan dokter akan disesuaikan dengan penyebab nyeri sendi. Beberapa jenis obat yang umumnya diberikan oleh dokter adalah:

  • Capsaicin atau menthol dalam bentuk krim, salep, gel, koyo, atau balsam yang dioleskan ke bagian sendi yang terasa nyeri.
  • Duloxetine adalah obat untuk menangani depresi dan gangguan kecemasan. Obat ini juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri saraf pada penderita diabetes dan nyeri kronis akibat fibromyalgia. Obat ini bekerja dengan cara mengembalikan keseimbangan kadar serotonin dan norepinefrin di dalam otak. Dua senyawa kimia ini berperan dalam mengatur perasaan dan suasana hati.
  • Obat golongan disease-modifying anti-rheumatic drugs (DMARD), seperti methotrexate dan sulfasalazine atau obat yang digunakan untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan kondisi rematik, seperti rheumatoid arthritis.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
  • Kortikosteroid bentuk suntik.
  • Obat suntik asam hialuronat.
  • Antibiotik jika ada infeksi bakteri

Meskipun banyak tersedia, tetapi tidak berarti dapat bebas dikonsumsi / digunakan tanpa konsultasi dan rekomendasi oleh dokter ahli.

Cara mencegah nyeri sendi

Kondisi nyeri sendi bisa dicegah dengan menghindari atau mengurangi aktivitas yang dapat menyebabkan nyeri sendi. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan diantaranya seperti :

  • Memperbanyak intensitas untuk istirahat bila melakukan gerakan atau aktivitas yang memberikan tekanan berat yang berulang pada beberapa titik sendi.
  • Tetap menjaga berat badan agar ideal dengan mengurangi makanan manis dan berlemak.
  • Menggunakan alat pelindung diri jika melakukan aktivitas yang memungkinkan terjadinya cedera pada sendi.
  • Rutin melakukan olahraga, terutama olahraga untuk nyeri sendi.
  • Melakukan pemeriksaan dan pengobatan rutin jika menderita penyakit yang meningkatkan risiko terjadinya nyeri sendi, seperti osteoartritis, rheumatoid arthritis, atau penyakit asam urat.

Resiko nyeri sendi

Setiap orang dapat berpotensi mengalami nyeri sendi. Tetapi ada beberapa orang yang memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami gangguan pada persendian , diantaranya seperti:

  • Pernah mengalami cedera pada sendi
  • Memiliki aktivitas yang dapat dikatakan sering menggunakan otot secara berlebihan, seperti atlet.
  • Menderita radang sendi atau kondisi medis kronis lainnya.
  • Mengalami kondisi depresi dan kecemasan.
  • Berada dalam kondisi kelebihan berat badan (obesitas)
  • Gaya hidup yang buruk, seperti merokok dan rutin mengonsumsi alkohol.
  • Faktor usia yang menyebabkan kaku dan nyeri sendi. Setelah bertahun-tahun digunakan, dan terjadi keausan pada bagian persendian. Berbagai masalah ini mungkin terjadi pada orang dewasa paruh baya atau lebih tua.

Nyeri sendi ringan

Nyeri sendi yang dikatakan ringan adalah kondisi dimana nyeri yang dirasakan memiliki intensitas yang rendah atau tidak terlalu sakit dan mengganggu. rasa yang ditimbulkan mungkin dapat berupa pegal, linu, atau lemas pada bagian titik sendi.

Jika gejala nyeri sendi masih tergolong ringan, penderita bisa melakukan terapi mandiri di rumah. Seperti, Beristirahat yang cukup. Mengompres bagian sendi yang bengkak dengan kantong es selama 15 menit beberapa kali dalam sehari. Menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek, seperti paracetamol atau ibuprofen. Merendam sendi yang nyeri di air hangat atau mandi air hangat. Mengistirahatkan sendi yang sakit

Nyeri sendi berat

nyeri sendi dapat dikatakan berat atau kronis adalah nyeri yang sudah memengaruhi beberapa sendi sekaligus, paling sering disebabkan oleh gangguan inflamasi seperti rheumatoid arthritis, psoriatic arthritis, atau systemic lupus erythematosus (pada orang dewasa), osteoporosis gangguan non inflamasi (pada orang dewasa), artritis idiopatik remaja (pada anak-anak).

Beberapa gangguan peradangan kronis yang dapat memengaruhi tulang belakang serta sendi ekstremitas disebut juga sendi perifer. Beberapa lebih sering memengaruhi bagian-bagian tertentu dari tulang belakang. Sebagai contoh, ankylosing spondylitis lebih umum mempengaruhi bagian bawah tulang belakang (lumbar), sedangkan rheumatoid arthritis lebih khas mengenai bagian atas (serviks) dari tulang belakang di leher.

Nyeri sendi akut

Nyeri sendi akut adalah kondisi peradangan dan nyeri sendi yang datang dengan cepat atau tiba-tiba. Artritis akut dapat disebabkan oleh beberapa proses, termasuk penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika tubuh secara keliru menyerang sel dan jaringan sehat, sehingga menyebabkan peradangan.

Jika mencurigai radang sendi akut, dokter akan memeriksa area yang menjadi perhatian dan memeriksa nyeri tekan, pembengkakan, kemerahan, dan tanda-tanda penyakit lainnya yang jelas.

Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan, termasuk riwayat keluarga tentang nyeri sendi atau radang sendi yang terjadi, dan pertanyaan tentang kapan gejala pertama kali terjadi dan bagaimana pengaruhnya terhadap aktivitas sehari-hari.

Setelah pemeriksaan fisik, dokter akan memesan panel darah dan tes urin untuk memeriksa penanda radang sendi dan mengesampingkan kondisi lain yang mungkin menjadi penyebab dari gejala yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.