Penanganan Utama Cedera Lutut Akibat Olahraga 

Cedera lutut sering kali terjadi pada saat kita melakukan aktifitas sehari-hari terutama pada saat kita berolah raga. Hal ini sangat mengganggu pergerakan pada tubuh karena lutut merupakan bagian terpenting untuk melakukan mobilitas. Pada artikel kali ini kami akan membahas beberapa penanganan utama cedera lutut akibat olahraga.

Penyebab cedera lutut

Perlu kita ketahui, Cedera Lutut adalah cedera pada ligamen otot pada jaringan penghubung antara tulang paha dan betis. Apabila terjadi gerakan mendadak atau benturan yang keras yang mengakibatkan terjadinya peradangan atau sobek pada jaringan ligamen tersebut. Beberapa jenis olah raga yang menjadi penyebab cedera lutut berikut diantaranya adalah :

Cedera Olahraga

Tidak jarang bagi atlet atau penggemar olah raga mengalami cedera lutut, karena lutut adalah bagian penting yang digunakan untuk bergerak. Banyak jenis olahraga yang rentan seseorang untuk mengalami cedera lutut.

Senam Lantai

Pada olah raga senam lantai memang tidak begitu banyak pergerakan pada lutut, akan tetapi masih ada resiko seseorang mengalami cedera akibat terkilir. Cedera lutut pada senam juga dapat terjadi karena durasi dan frekuensi yang tidak diluar batas kemampuan tubuh, Peralatan senam yang tidak memadai juga beresiko untuk terjadinya cedera lutut.

Sepak Bola

Cedera lutut seringkali dan umum terjadi pada olahraga yang sudah mendunia ini, Sepak bola adalah olahraga yang bisa dikatakan memerlukan persiapan dan stamina yang baik. Karena Sepak Bola memerlukan daya gerak dan fungsi seluruh bagian anggota tubuh, Terutama pada lutut dan kaki.

Kebanyakan cedera lutut pada olah raga sepak bola terjadi karena terjadinya benturan yang cukup keras pada bagian lutut sehingga mengakibatkan terjadinya dislokasi pada tempurung lutut. Tentunya cedera lutut pada atlet pesepakbola menjadi hal yang sangat dihindari.

Voli

Pada olah raga Voli juga sering terjadi cedera lutut.Hal ini disebabkan karena seringnya melakukan lompatan dan hentakan pada kaki. Cedera lutut dapat terjadi apabila seseorang melakukan kesalahan pada waktu mendarat ketika melakukan lompatan pada saat berolahraga voli.

Lari Marathon

Tidak banyak berbeda dengan Olahraga lainnya, Lari marathon juga sangat beresiko untuk terjadi cedera lutut. Tentunya sudah kita ketahui dengan pasti, lari marathon sendiri adalah olah raga yang mengharuskan seseorang untuk berlari dengan jarak yang cukup jauh, sementara lutut dipaksa untuk melakukan gerakan berulang dengan waktu yang cukup lama. Jika dilakukan dengan kurangnya persiapan maka ligamen pada lutut dan kaki akan mengalami traumatic.

Bulu Tangkis

Untuk olah raga Bulu tangkis atau batminton hampir sama dengan olah raga voli yang menitik beratkan gerakan pada bagian lutut. Yaitu memaksakan lutut untuk melakukan gerakan lompatan dan hentakan yang memungkinkan lutut mengalami peradangan dan robeknya ligamen otot. Bulu tangkis juga rentan untuk terjadinya dislokasi pada lutut.

Faktor usia

Selain dari berolahraga cedera lutut juga dapat terjadi karena faktor usia. Semakin bertambah usia seseorang maka keseimbangan antara penyerapan dan pembentukan sel tulang berubah. Tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh.

Perubahan kadar dan sifat dari tulang rawan juga ikut berubah pada usia tua. Kadar air dalam tulang rawan semakin sedikit sehingga berkurangnya kemampuan untuk meredam guncangan . Akibatnya persendian mengalami keterbatasan rentang dalam bergerak.

Berkurangnya masa otot

Semakin bertambahnya usia seseorang pada umumnya akan mengalami pengurangan masa pada otot. hal yang sering kali terjadi pada orang pada usia tua adalah mengalami nyeri pada lutut ketika terlalu lama berjalan atau telalu lama berdiri. hal ini disebabkan karena berkurangnya masa pada otot lutut dan kaki.

osteoporosis

Pengertian dari Osteroporosis adalah kondisi dimana berkurangnya kepadatan tulang yang mengakibatkan tulang keropos dan mudah patah. Umumnya osteoporosis terjadi pada usia tua karena kurangnya asupan kalsium. Namun, Tidak menutup kemungkinan Osteoporosis juga bisa terjadi pada usia muda, Hal ini dikarenakan dengan gaya hidup yang kurang sehat.

Faktor Lingkungan

Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor lingkungan juga dapat berpengaruh penting terhadap terjadinya cedera lutut. Seperti kondisi permukaan jalan ketika hujan yang licin, permukaan lantai keramik yang basah, bahkan kondisi lapangan basah yang licin dapat menjadi faktor terjadinya cedera lutut.

Terpeleset

Jika kita berada pada tempat yang permukaannya basah sebaiknya berhati-hari dalam melangkah. Hal ini dapat berakibat fatal jika terpeleset akibat menginjak permukaan yang licin. Cedera lutut bisa dikatakan cedera yang minimal terjadi apabila terpeleset pada permukaan yang licin. Parahnya jika jatuh dalam posisi duduk atau terbentur bagian kepala belakang, hal ini mengakibatkan saraf tulang belakang terjepit atau gegar otak.

Kecelakaan

Faktor kecelakaan sudah tidak dapat dipungkiri untuk terjadinya cedera. Baik itu jenis kecelakaan berat atau ringan, keduanya dapat mengakibatkan cedera.

Jenis Cedera Lutut

Cedera ini dapat terjadi akibat berbagai aktivitas fisik, seperti olahraga, terjatuh, atau terbentur sesuatu. Rasa sakit, terjadinya pembengkakan, kesulitan menahan beban, dan ketidak seimbangan pada gerak merupakan beberapa gejala umum yang biasanya terjadi.
Beberapa jenis cedera lutut berikut keterangan yang sering terjadi adalah:

Bursitis

Cedera pada bursa atau bisa dikatakan bursitis, dapat membuat bursa mengalami peradangan. Sedangkan pengertian bursa adalah kantung berisi cairan pelumas yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara tulang, tendon, dan otot saat melakukan gerakan.

cedera lutut dalam Kondisi ini biasanya terjadi saat sendi mendapat tekanan berat, misalnya karena ada benda yang menghantam atau membentur area sendi, adanya gerakan berulang yang menitik beratkan pada sendi, memikul benda berat, hingga kecelakaan yang menyebabkan trauma pada sendi dan tulang yang mengenai bursa.

Kerusakan Meniskus

Meniskus merupakan sepasang jaringan tulang rawan berbentuk huruf C pada lutut yang berfungsi sebagai bantalan untuk menyeimbangkan persendian lutut. Setiap sendi lutut kaki memiliki dua meniskus, yaitu pada tepi bagian luar dan tepi bagian dalam. Adanya meniskus membuat tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia) tidak bergesekan ketika terjadi pergerakan pada sendi lutut.

Cedera meniskus adalah salah satu cedera lutut yang paling umum terjadi saat bagian meniskus robek sehingga menimbulkan rasa sakit, bengkak, dan kaku.

Otot Lutut Tegang

Tegang pada lutut / kram dapat terjadi ketika otot dan tendon sekitar lutut mengalami cedera akibat menekuk terlalu dalam atau terlalu lebar saat peregangan. Selain menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, kondisi ini juga bisa menyebabkan terganggunya fungsi dan kelenturan lutut.

Dislokasi Tempurung Lutut

Tempurung lutut atau patella bisa berubah posisi ke sisi lutut. Cedera lutut jenis ini kebanyakan disebabkan oleh cedera akibat kecelakaan atau olahraga.

Meski dapat menyebabkan rasa nyeri hebat, tetapi dislokasi tempurung lutut tidak mengancam nyawa. Jenis cedera lutut ini harus segera ditangani agar menekan rasa sakit yang ditimbulkan. Disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter spesialis tulang / orthopedi atau bisa langsung datang ke klinik fisioterapi.

Dislokasi Sendi

Perubahan posisi atau dislokasi sendi bukan tidak mungkin dapat terjadi, terutama saat lutut mengalami benturan keras. Benturan tersebut bisa terjadi saat Anda melakukan olahraga seperti beladiri, sepak bola, rugby, atau ketika mengalami kecelakaan.
Jenis cedera lutut ini diketahui dapat mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada semua komponen penyusun lutut. Kerusakan juga bisa menimpa sistem saraf dan pembuluh darah pada lutut.

Fraktur Lutut

Kondisi Fraktur atau patah tulang pada lutut biasanya diakibatkan oleh hantaman langsung ke tulang lutut. Misalnya, terjatuh atau adanya benturan pada posisi lutut lebih dulu sehingga terjadi cedera pada lutut. Fraktur juga bisa terjadi pada tulang kering karena tekanan mendadak ke lutut, terutama pada penderita osteoporosis.

Istilah RICE pada penanganan cedera

R (Rest) istilah Rest maksudnya adalah dengan mengistirahatkan atau menghentikan dan mengurangi kurangi aktivitas terutama dalam beberapa hari cedera terjadi. Hindari memberikan beban yang berat pada lutut yang cedera.

I (Ice) adalah dengan memberikan Kompres dingin pada area yang bengkak dan nyeri. Kompres dapat menggunakan kantong es selama 15-20 menit sebanyak 4-8 kali perhari selama 48-72 jam setelah terjadi cedera lutut. Setelah nyeri akut berkurang dan terdapat kekakuan sendi maka berikan kompres hangat 15-30 menit sebanyak 3-4 kali perhari.

C (Compress) atau Kompresi. Lakukan pembebatan atau balutan pada bagian lutut untuk meningkatkan sirkulasi darah di area nyeri sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan.

E (Elevation) atau Elevasi. Adalah dengan mengangkat kaki pada lutut yang bengkak lebih tinggi dari jantung agar bengkak berkurang dengan meletakkan beberapa bantal di bawah sendi lutut.

Penanganan cedera lutut

Jika cedera yang terjadi pada lutut bersifat berat dan diperkirakan lama untuk sembuh, segeralah untuk memeriksakan kondisi lutut Anda ke dokter. Dokter akan menyarankan beberapa penanganan sesuai dengan kondisi yang Anda alami, seperti:

Penanganan cedera lutut secara medis

Untuk penanganan cedera lutut secara medis tergantung dari beberapa faktor, termasuk usia, gejala, dan tingkat aktivitas Anda. Hal ini juga tergantung dari jenis, ukuran, dan lokasi cedera yang Anda alami.

Sebagian besar cedera ringan hingga sedang tidak memerlukan prosedur operasi. Jika adanya robekan kecil pada bagian yang cedera biasanya bisa sembuh sendiri, dikarenakan pada bagian ini banyak mendapatkan suplai darah yang membantu proses regenerasi tulang rawan.

Menisektomi

Prosedur metode ini dilakukan dengan melakukan operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh tulang rawan meniskus yang terdapat pada sendi lutut. Dan apabila seluruh bagian dari meniskus diangkat, akan dilanjutkan dengan metode transplantasi meniskus. Meniskus adalah bagian tulang rawan yang berfungsi untuk meredam guncangan di antara ujung tulang.

Transplantasi meniskus

Proses penanganan dengan transplantasi meniskus dilakukan untuk kondisi meniskus yang rusak total dan tidak mungkin lagi diperbaiki. Meniskus biasanya berasal dari donor yang sudah meninggal untuk kemudian diberikan pada orang yang membutuhkan.

Mikrofraktur

Mikrofaktur adalah prosedur bedah atau operasi yang dilakukan untuk memperbaiki bagian kerusakan tulang rawan di dalam sendi lutut. Prosedur mikrofraktur akan merangsang tubuh untuk membentuk kartilago atau tulang rawan baru pada lutut.

Fisioterapi

Dengan melakukan fisioterapi adalah bertujuan untuk mengembalikan meningkatkan kemampuan fungsi gerak dan kekuatan lutut yang mengalami cedera. Metode fisioterapi juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri akibat cedera. BIasanya metode fisioterapi digunakan setelah adanya tindakan medis atau pasien dalam masa rehabilitasi untuk mengembalikan pergerakan pada bagian lutut yang cedera.

Penanganan cedera lutut mandiri

Apabila cedera yang terjadi adalah cedera ringan anda bisa melakukan beberapa tindakan mandiri seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya diatas, yaitu dengan metode RICE (Rest, Ice, Compress, dan Elevation) penjelasan lebih lanjutnya adalah sebagai berikut :

Hentikan aktivitas fisik

Jika terjadi cedera lutut atau bagian tubuh manapun, artinya sudah semestinya anda mulai berfikir untuk istirahat sejenak untuk memulihkan tubuh dari cedera yang terjadi. Jika tubuh dipaksakan untuk terus melakukan aktifitas berat seperti bekerja atau berolah raga, cedera yang terjadi akan semakin memburuk.

Cobalah untuk beristirahat beberapa hari dan menghindari aktifitas berat seperti mengangkat beban dan bejalan terlalu lama.

Kompres

Memberikan kompres dengan kantung es akan mengurangi rasa sakit pada cedera yang terjadi pembengkakan, selain itu kompres dengan es dapat menghentikan pendarahan pada luka terbuka. Kompres es atau air dingin dapat menurunkan aliran darah dan menyebabkan berkurangnya zat-zat perangsang inflamasi. Kompres dingin untuk cedera ini juga mengurangi kejang atau nyeri otot pada sekitar area cedera.

Sebaliknya untuk kompres hangat dianjurkan untuk tidak diaplikasikan pada cedera yang baru terjadi. Hal ini dihindari karena dapat memperburuk kondisi cedera / luka akibat penumpukan cairan pada lokasi cedera dan menambah rasa sakit yang ditimbulkan.

kompres hangat dapat diaplikasikan apabila terjadi pembengkakan dan penyumbatan aliran darah pada daerah luka seperti luka lebam atau memar.

Perban

Pada umumnya perban digunakan untuk menutup bagian luka untuk menghindari terjadinya infeksi dan memberikan tekanan pada daerah sekitar luka untuk  mencegah pendarahan terjadi. Dianjurkan untuk mengganti balutan perban pada luka terbuka untuk menjaga kebersihan dari luka atau cedera itu sendiri.

Berbaring

Posisi berbaring dengan posisi luka berada lebih tinggi dari tubuh dilakukan bertujuan untuk mengurangi aliran darah ke bagian luka yang dapat menyebabkan pendarahan terjadi. Jika aliran darah berkurang pada bagian cedera rasa nyeri yang ditimbulkan juga akan berkurang.

Selain itu, dengan posisi berbaring juga dapat membantu menstabilkan pernafasan pasca terjadinya cedera. Terkadang ketika cedera terjadi seseorang kesulitan untuk bernafas karena menahan rasa sakit yang luar bisa

Leave a Reply

Your email address will not be published.