Jangan Remehkan Sakit Dada, Lakukan Fisioterapi Dada Segera

Sakit pada dada bisa berupa nyeri yang menusuk, perih, bahkan terasa sesak. Dan selain itu sakit pada dada bisa terasa pada dada bagian kanan, kiri, atau bagian tengah. Sebaiknya jangan menganggap sepele masalah sakit pada dada, karena bisa jadi sebuah gejala sakit yang lebih serius seperti gangguan jantung dan paru-paru.

JIka merasakan sakit dada dengan intensitas yang tinggi sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter atau rencanakan untuk melakukan fisioterapi dada agar segera mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat,

Penyebab cedera dada

Sakit pada dada dapat disebabkan oleh gangguan pada sistem pencernaan. sakit pada dada karena masalah lambung biasanya disertai nyeri tekan pada bagian ulu hati disertai rasa asam atau pahit pada lidah.

Kemudian rasa sakit karena penyakit paru biasanya disertai batuk dan timbul ketika menarik nafas panjang. Sejumlah gangguan paru-paru yang dapat memicu timbulnya nyeri dada.

Selain itu sakit pada dada bisa terjadi karena gejala penyakit jantung yang datang secara tiba-tiba dan dala kondisi apapun. Disamping itu ada beberapa penyebab lain yang dapat menimbulkan sakit pada dada. Diantaranya adalah :

Kram otot dada

Kondisi Kram otot dada dapat terjadi karena adanya kontraksi pada otot di sekitaran tulang rusuk. Kontraksi ini tidak dapat kita kendalikan dan bisa menyebabkan otot di bagian dada menjadi tegang hingga kejang.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan kram pda otot dada seperti kondisi Angina ( Angin Duduk) yang biasanya terjadi karena melakukan aktifitas fisik yang cukup berat. Kemudian pada kondisi asam lambung yang naik ke kerongkongan atau  bisa disebut Refluks asam lambung juga dapat mengakibatkan kram otot dada.

Selain itu berbagai penyebab lain seperti adanya cedera pada dada yang mengakibatkan adanya sentuhan antara tulang rusuk dengan tulang rawan, berbagai macam virus yang masuk ke dalam tubuh, hingga adanya tegang pada otot dada karena telah melakukan aktifitas fisik yang berat.

Penanganan kram otot dada

Untuk penanganan pada kram otot dada bisa dengan menerapkan metode RICE (Rest, Iced, Compress, & Elevation). Penjelasan adalah sebagai berikut :

Rest – Segera beristirahat

Saat kram terjadi, segera hentikan melakukan aktivitas hingga kram dada reda. Jika kram kembali berulang bahkan hingga beberapa hari, kurangi intensitas kegiatan Anda atau putuskan untuk beristirahat di rumah.

Iced – Kompres dengan Es

Untuk membantu meringankan apabila nyeri akibat kram otot dada, kompres dengan es yang dilapis handuk. Kompres bagian yang nyeri kurang lebih 20 menit. Disarankan untuk mengulanginya beberapa kali hingga terasa lebih nyaman.

Compress – Balut dengan perban

Selain mengompres, Anda bisa membalut dada yang nyeri dengan perban. Namun, Anda sebaiknya meminta bantuan perawat atau dokter yang sudah berpengalaman untuk membantu membalut dada Anda dengan teknik yang benar.

Elevation – Meninggikan posisi bagian tubuh yang sakit

Jika kram menyerang, Anda dapat mengambil sikap duduk dengan tegak. Hindari berbaring saat kram otot dada terjadi. Sambil duduk tegak, Anda bisa memberikan pijatan ringan hingga terasa lebih nyaman.

Beberapa metode penanganan kram pada otot dada diatas adalah metode yang dapat dilakukan secara baik secara mandiri atau meminta bantuan orang lain. Namun apabila diperlukan penanganan lebih lanjut, disarankan untuk segera menemui dokter atau melakukan fisoterapi dada. Hal ini bertujuan agar segera mendapatkan diagnosa dan penanganan oleh orang atau terapis yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Sakit paru-paru

Sakit dada karena penyakit paru-paru biasanya disertai batuk dan timbul ketika menarik nafas panjang. beberapa jenis sakit paru-paru yang dapat menyebabkan timbulnya nyeri dada, diantaranya adalah :

  • Adanya pembekuan darah di paru-paru (emboli paru) .
  • Radang selaput yang menutupi paru-paru (pleuritis) juga dapat menyebabkan nyeri dada yang semakin parah saat  menarik napas atau batuk.
  • Tekanan darah tinggi di arteri paru-paru (hipertensi pulmonal). Kondisi ini mempengaruhi arteri yang membawa darah ke paru-paru dan dapat menyebabkan nyeri dada.

Penanganan sakit paru-paru

  • Untuk penanganan jika ada pembekuan darah di paru-paru adalah dengan pemberian obat antikoagulan, untuk menghambat pembentukan gumpalan darah, serta obat trombolitik untuk memecahkan bekuan darah, atau Pemasangan kateter, untuk menghambat gumpalan darah agar tidak masuk ke paru-paru.Selain itu dapat pula dilakuka Bedah embolektomi, untuk mengeluarkan gumpalan darah jika terlalu besar dan mengancam nyawa pasien, tentunya hal ini akan menjadi opsi terakhir yang mungkin akan diambil oleh ahli medis / dokter apabila metode lain dianggap tidak membuahkan hasil.
  • Penanganan jika adanya radang selaput yang menutupi paru-paru (pleuritis) yakni dengan mencari tahu apa yang mendasari peradangan pada pleura. Infeksi yang terjadi dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur, dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik atau Antijamur. Selain itu, dokter mungkin akan memberikan obat antiinflamasi atau obat pereda nyeri lainnya untuk mengatasi peradangan.Pada beberapa contoh kasus, seperti cairan pleura yang terinfeksi dengan indikasi jumlah yang berlebihan, dokter biasanya akan melakukan prosedur pengeluaran cairan, dengan cara mengalirkannya melalui kateter yang dimasukkan ke dada. Kemudian, jika pengidap pleuritis mengalami batuk parah yang membuat rasa nyeri luar biasa, dokter biasanya akan meresepkan obat jenis kodein, yang dapat mengurangi frekuensi batuk yang dialami.
  • Jika terjadi tekanan darah tinggi di arteri paru-paru (hipertensi pulmonal), penangananya adalah dengan pemberian obat-obatan. Meliputi obat untuk merangsang pelebaran pembuluh darah, obat untuk menghambat reseptor kalsium, obat antikoagulan, dan sebagainya.Prosedur pembedahan dapat menjadi opsi jika pengobatan tidak dapat mengendalikan gejala dari hipertensi pulmonal, dapat dilakukan beberapa prosedur pembedahan untuk membantu mengatasi tanda dan gejala yang timbul.

Kecelakaan

Sakit dada bisa disebabkan oleh terjadinya kecelakaan baik yang baru saja terjadi maupun kecelakaan yang telah lama terjadi. Cedera dada pada kecelakaan yang bisa menjadi pemicu sakit dada di karenakan adanya benturan pada bagian dada sehingga memaksa tulang rusuk bergesekan dengan tulang rawan.

Cedera tulang dada

Tulang dada atau sternum merupakan tulang yang berada di tengah-tengah dada dan berfungsi melindungi organ-organ penting dalam rongga dada, yaitu jantung dan paru-paru. Namun, seperti juga tulang lainnya dalam tubuh, tulang dada bisa mengalami cedera, hingga retak atau patah.

Penanganan cedera tulang dada

Jika terjadi cedera tulang pada dada dapat menyebabkan rasa sakit saat bernapas, terutama saat menarik napas dalam, batuk, atau tertawa. Agar pemulihannya berjalan dengan baik dan cepat, cedera tulang dada perlu diatasi dengan cara yang tepat seperti melakukan fisioterapi dada sebagai salah satu contoh pengobatannya.

Umumnya jika terjadi cedera tulang dada, pada awal pengobatannya di haruskan melakukan rawat inap dengan pengawasan dokter hingga kondisi mulai membaik. Karena dikhawatirkan terjadi komplikasi yang lebih serius pasca terjadinya cedera, di sarankan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala apabila merasakan sesak atau sakit lanjutan pada dada.

Trauma thorax

Trauma thoraks adalah luka atau cedera yang mengenai rongga toraks atau dada yang dapat menyebabkan kerusakan pada dinding toraks ataupun isi dari cavum thoraks (rongga dada).

Cedera pada toraks dapat memengaruhi dinding toraks (seperti tulang rusuk, fraktur sternum) serta organ toraks (seperti jantung, pembuluh darah, paru-paru). Beberapa gejala yang bisa terjadi adalah: Kegagalan dada untuk mengembang secara normal. Suara berderak di tulang rusuk. Terjadi memar hingga batuk darah.

Penanganan trauma thorax

Untuk penanganan pada trauma thoraks tergantung dari penyebab dan seberapa serius cedera yang di alami. Jika terjadi patah tulang rusuk, mungkin dianjurkan untuk bernapas dalam-dalam secara teratur untuk menjaga agar kantung udara di paru-paru tetap terbuka dan mencegah pneumonia.

Jika merasakan kesakitan pada saat mengambil nafas, dianjurkan untuk minum obat pereda nyeri. Obat ini dapat membantu agar merasa lebih nyaman untuk batuk dan menarik napas dalam-dalam.

Jika cedera yang terjadi dikatakan ringan, maka disarankan untuk terus bergerak dan melakukan apa yang biasa dilakukan. Namun, sangat di sarankan untuk menghindari mengangkat benda berat, membungkuk, dan olahraga sampai rasa sakit dan gejala lainnya hilang.

Sangat disarankan apabila hasil diagnosa menderita trauma thorax agar menjalani fisioterapi dada, agar mendapatkan beberapa metode pengobatan dan pemulihan yang tepat. Dengan menjalani fisioterapi dada juga dapat membantu mempercepat pemulihan dada pasca terjadinya cedera.

Gangguan sistem pernafasan

Gangguan sistem pernapasan dapat mengacu pada berbagai jenis penyakit atau gangguan yang menghambat fungsi paru-paru. Penyakit ini dapat mempengaruhi kemampuan untuk bernapas dan menimbulkan nyeri dada yang terasa menusuk.
Penyebabnya bisa datang dari mana saja, dari mulai terjadi infeksi, adanya paparan zat yang berbahaya seperti asap rokok, bahkan adanya kelainan pada sistem pernapasan itu sendiri.

Penanganan utama gangguan sistem pernafasan

Untuk penanganan pada gangguan sistem pernafasan yang mendasar adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik.  Beberapa tes yang meliputi tes rontgen, CT scan, MRI, tes fungsi paru seperti spirometri, tes alergi, dan pengambilan sampel untuk PCR jika diindikasikan penyebab penyakitnya disebabkan oleh infeksi.

Kemudian dokter akan melakukan askultasi, dimana dokter menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara dari dalam organ pernafasan. Hal ini membantu dokter dalam melakukan diagnosa terhadap gangguan pernafasan yang diderita.

Pengobatan sakit dada akibat cedera bukan penyakit

Selain disebabkan oleh berbagai penyakit, sakit dada juga bisa di sebabkan karena terjadi cedera akibat kecelakaan atau benturan pada bagian dada. Hal ini tentunya akan mengakibatkan adanya memar atau luka pada bagian dalam dada. Lebih parahnya lagi hingga terjadi fraktur pada tulang iga.

Setelah melakukan pengobatan pertama atau pengobatan darurat di rumah sakit, ada baiknya mulai memikirkan untuk mekakukan fisioterapi dada. Hal ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan mengembalikan fungsi-fungsi bagian tubuh yang mengalami cedera.

Fisioterapi dada

Dalam melakukan fisioterapi dada, tentunya akan selalu didampingi oleh para terapis yang handal dan berpengalaman di bidangnya. Setelah mendapatkan diagnosa awal, kemudian akan dilanjutkan dengan berbagai metode pelatihan fisioterapi dada guna mengembalikan daya gerak dan fungsi-fungsinya.

Selain itu kemungkin terapis juga akan memberikan beberapa teknik fisioterapi dada agar bisa dilakukan secara mandiri dirumah. Beberapa teknik yang umum diketahui untuk penanganan fisioterapi dada ialah :

Teknik Clapping

Chest Clapping atau teknik clapping, adalah salah satu teknik fisioterapi dada yang digunakan untuk memperbaiki fungsi pernafasan pada pasien yang mengalami gangguan pernafasan. Hal ini umumnya dapat dilakukan pada anak-anak, tetapi dapat juga dilakukan untuk pasien dewasa.

Teknik fisioterapi dada ini bertujuan untuk mengeluarkan mukus dari dinding bronkus ke saluran bronkus utama sehingga mucus lebih mudah untuk keluar dan siap untuk dibatukkan oleh pasien. Salah satu metode fisioterapi dada ini dapat menjadi alternatif bagi pasien yang belum mampu membatukkan secara aktif atau mandiri.

Teknik Fisioterapi dada dengan chest clapping adalah dengan membentuk mangkuk pada telapak tangan dan menepuk-nepuk pada bagian dada / punggung pasien. Ketukan atau tepukan dilakukan ritmis dan dengan sedikit bertenaga tapi tidak sampai menyakiti pasien. Hal ini bertujuan agar merangsang batuk pada pasien untuk mengeluarkan mucus pada tenggorokan.

Teknik Vibrasi

Fisioterapio dada dengan teknik vibrasi artinya adalah tekanan bergetar yang dilakukan pada dada selama ekshalasi. Teknik ini dapat meningkatkan turbulensi dan kecepatan ekshalasi udara, sehingga secret dapat bergerak.

Adapun langkah-langkah dalam melakukan teknik vibrasi pada fisioterapi dada adalah dengan Meletakan tangan non dominan (kiri) berada dibawah tangan dominan (kanan), dan diletakkan pada bagian dada pasien. Kemudian instruksikan pasien untuk tarik nafas dalam dan mengeluarkan napas dengan perlahan-lahan. Lalu pada saat pasien buang napas lakukan getaran perlahan tangan dengan cepat tanpa melakukan penekanan berlebihan. Dan posisikan pasien untuk dilakukan tindakan batuk efektif.

Fisioterapi jakarta selatan

Saat ini banyak klinik khusus fisoterapi atau rumah sakit yang telah menyediakan fasilitas fisioterapi dada, Klinik atau rumah sakit tersebut tentunya memiliki fasilitas dan para terapis yang telah memenuhi standart kesehatan yang berlaku saat ini.

Fisioterapi dada merupakan salah satu opsi atau pilihan untuk melakukan diagnosa dan penanganan dalam usaha pemulihan kesehatan seputar cedera atau sakit dada.

Silverywellness & Health Center

Dari berbagai klinik fisioterapi yang ada di Jakarta Selatan, Kami rekomendasikan salah satu klinik Fisioterapi yang telah memenuhi standart kesehatan dan mutu pelayanan baik dari segi fasilitas yang disediakan dan para terapis yang handal di bidangnya.

Klinik SilveryWellness & Health Center merupakan pusat layanan fisioterapi yang didirikan oleh perusahaan swasta berbadan hukum yang bernama PT Adhi Bakti Luhur pada 28 November 2018 dan berlokasi di Jalan Kemang Selatan I No 16 A, Jakarta Selatan.

Cara mencegah cedera di bagian dada

Pada saat berkendara khususnya pengguna motor, Bagian dada adalah bagian paling rentan untuk diterpa angin. Hal ini akan berakibat buruk apabila berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Bagian dada apabila terus menerus mendapat terpaan angin akan mengakibatkan radang paru-paru, paru basah, dan imun tubuh yang akan melemah.

Gunakan Pelindung Dada

Dengan menggunakan pelindung dada, bagian dada akan terlindung dari terpaan angin dan dapat melindungi bagian dada dalam kondisi terburuk misalnya terjadi kecelakaan.

Bagian dada akan terlindung dari benturan yang bisa berakibat fatal. Dengan menggunakan pelindung dada, akan membantu mengurangi indikasi terjadinya cedera pada dada pada saat berkendara.

Pelindung Dada Motor

Penggunaan pelindung dada pada saat berkendara khususnya pada motor, akan sangat berguna mencegah cedera / sakit pada dada. Jika mengalami gangguan pada sistem pernafasan (paru-paru) tentunya akan sangat mengganggu aktifitas sehari-hari.

Rompi Pelindung Dada

Mengendarai motor tanpa pelindung dada dapat membuat dada mendapat tekanan udara dari luar. Adanya tekanan akibat hempasan angin bisa membuat pernapasan terganggu dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan. Karena itu, sudah selayaknya menggunakan rompi motor anti angin. Terlebih untuk yang memiliki hobi touring.