3 Penyebab Terjadinya Cedera Otot, Nomer 2 Paling Fatal

Hampir setiap orang pernah mengalami Cedera Otot, dan hampir setiap aktifitas yang dilakukan sehari-hari berpotensi menimbulkan cedera otot. Maka untuk itu kita harus mengantisipasi agar tidak mengalami cedera otot.

Apabila terjadi cedera otot jangan dianggap remeh karena dampaknya akan sangat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Sebelumnya kita harus memahami bagaimana cedera otot dapat terjadi dan bagaimana cara menanggulanginya apabila terjadi cedera otot.

Pengertian Cedera Otot Secara Umum

Cedera Otot lebih dikenal dengan Kram Otot pada masyarakat umumya. Cedera Otot Juga dapat terjadi akibat terjadinya tekanan dan tarikan pada tendon otot yang berlebihan serta adanya aktifitas berat maupun ringan pada fisik  namun terjadi secara berulang.

Orang yang menderita otot tegang memliki risiko lebih tinggi mengalami cedera otot dan tendon rusak, yang dapat mempengaruhi pembuluh darah kecil dan dapat mengakibatkan pendarahan lokal, memar, dan nyeri. Ujung saraf dari daerah yang mengalami cedera otot juga dapat terluka, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang parah.

Jenis Cedera Otot yang Paling Umum Terjadi

Dalam kehidupan yang kita jalani sehari-hari, banyak hal yang dapat berpotensi terjadi cedera otot. Berikut ini kami akan menjelaskan beberapa jenis cedera otot yang umum terjadi. Diantaranya adalah:

Cedera Lutut

Hal ini terjadi dimana saja dan kapan saja dan tidak terkecuali bisa terjadi pada siapa saja. Cedera otot pada lutut dapat menyebabkan penderitanya kesulitan untuk berjalan sehingga sangat menghambat untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Tentunya cedera otot pada lutut tidak bisa dianggap remeh dan harus cepat dalam penanganannya.

Lutut adalah bagian penting pada tubuh manusia karena sangat berperan sebagai poros pergerakan dan pusat penopang tubuh manusia. Lutut juga terdiri dari susunan yang kompleks, meliputi tulang, otot dan jaringan ligamen.

Cedera Bahu

Bahu adalah sendi yang memberikan jangkauan gerak terluas di dalam tubuh. Sendi pada bahu memungkinkan lengan berputar ke segala arah. Sejumlah gejala tersebut rentan terjadi saat melakukan aktivitas olahraga dalam intensitas berat atau melakukan gerakan berulang.

Pada kasus cedera otot bahu biasanya disebabkan oleh hal yang umum terjadi, Tetapi kebanyakan juga karena aktifitas olahraga yang memberikan tekanan lebih pada otot bahu. Cedera Otot bahu yang umum terjadi seperti seringnya memakai tas yang berat, mengangkat benda besar yang bertumpu pada bahu, bahkan mungkin bisa disebabkan oleh kecelakaan.

Pada aktifitas olahraga yang biasa dilakukan oleh atlet angkat beban dan beberapa olahraga lainnya yang menitik beratkan kekuatan bahu, cenderung sering merasakan cedera otot bahu. Karena beban yang sangat berat dan tidak mustahil gerakan angkat beban tersebut dilakukan berkali-kali.

Gejala yang dirasakan oleh penderita cedera otot bahu adalah nyeri pada bagian bahu dan sulit untuk digerakkan. Bukan itu saja, otot di sekitar area yang terkena juga terasa tegang, bahkan bisa saja mengalami mati rasa dari leher hingga jari tangan.

Cedera Tulang Kering

Cedera otot tulang kering disebabkan oleh peradangan (iritasi jaringan) pada otot, ligamen dan jaringan luar tulang. Penyebabnya antara lain otot yang bergerak secara berlebihan, sendi Achilles mengalami penegangan, otot pergelangan kaki melemah, kaki datar, kaki bengkok, dan intensitas latihan yang meningkat.

Berjalan menuruni bukit atau di permukaan yang miring, melakukan olahraga yang memiliki gerakan mulai dan berhenti secara tiba-tiba seperti basket dan tenis. Tidak terkecuali pada sepak bola yang paling sering terjadi benturan pada tulang kering dan mengakibatkan cedera otot lainnya.
latihan terlalu sering atau terlalu panjang dan pemakaian sepatu yang tidak sesuai ukuran dapat menyebabkan cedera otot tulang kering.

Cedera Pinggang

Pinggang merupakan bagian tubuh yang memberikan kekuatan pada torso, pinggul dan paha. Gerakan pada pinggang seperti menekuk, memutar, maupun penyerapan goncangan, Struktur utama dari tulang punggung bawah (pinggang) adalah vertebrae, discus invertebralis, ligamen antara spina, spinal cord, saraf, otot punggung, organ-organ dalam di sekitar pelvis, abdomen dan kulit yang menutupi daerah punggung.

Dalam banyak kasus, sakit pinggang terjadi akibat cedera otot pada pinggang. Cedera sering kali disebabkan oleh gerak pinggang yang tiba-tiba dan berulang, misalnya saat bermain golf, atau karena mengangkat benda yang terlalu berat.

Cedera otot pinggang juga bisa terjadi akibat duduk terlalu lama, terutama bila salah posisi duduk dan kursi yang diduduki tidak nyaman. Pada anak-anak, cedera otot pinggang bisa terjadi akibat sering membawa tas punggung yang terlalu berat.

Cedera Acl

Definisi cedera Anterior Cruciate Ligaments (ACL) adalah salah satu gangguan muskuloskeletal yang terjadi pada ligamen cruciate anterior di lutut yang meregang berlebihan atau bahkan robek. Ligamen ACL merupakan salah satu ligamen utama di bagian lutut manusia. Fungsi dari ACL sendiri adalah menstabilkan gerakan tulang di sekitarnya.

Untuk cedera otot yang terjadi di ligamen tersebut biasanya terjadi akibat adanya perubahan mendadak pada arah persendian di lutut. Ketika cedera otot terjadi, kemungkinan akan terdengar bunyi kecil yang diikuti dengan rasa nyeri serta pembengkakan. Jenis cedera otot ini 80% dialami oleh atlet dan umum terjadi pada sepak bola, basket, ski, dan olahraga lainnya yang memiliki banyak gerakan berat, melompat, atau berlari dengan arah berbelok-belok.

Cara Untuk Menghindari Cedera Otot Saat Melakukan Aktifitas FIsik

Banyak cara untuk menghindari terjadinya cedera otot, bagaimana pun kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Beberapa cara untuk menghindarinya adalah sebagai berikut:

Pilih Olahraga Yang Tepat

Jika anda adalah seseorang yang senang bterlalu berolahraga, maka penting untuk memilih jenis olahraga apa untuk dilakukan. Hal ini akan sangat menentukan kelangsungan aktifitas olah raga anda, mengapa demikian? karena jika anda memaksakan tubuh anda untuk melakukan olahraga yang berpotensi untuk mengalami berbagai cedera otot. Tentunya hal ini sangatlah berpengaruh untuk melanjutkan aktifitas kedepannya.

Pastikan tubuh anda menerima prosesi olahraga yang sesuai dengan kapasitasnya. jangan terlalu memaksakan melakukan olahraga berat yang pada akhirnya terjadi cedera otot pada tubuh anda.

Lakukan Pemanasan Terlebih Dahulu

Salah satu hal yang wajib dilakukan sebelum berolahraga adalah melakukan peregangan atau pemanasan terlebih dahulu. Hal ini sangat efektif untuk mencegah resiko terjadinya cedera otot pada saat berolahraga. Dengan melakukan pemanasan, otot pada tubuh akan lebih fleksibel dan tidak kaku. Sehingga otot pada tubuh anda siap menerima gerakan pada saat berolahraga.

Secara bertahap pemanasan dapat meningkatkan detak jantung, mengendurkan otot dan sendi agar lebih fleksibel, dan memperlancar peredaran darah sehingga otot lebih kuat.

Lakukan pemanasan statis, Anda lakukan dari ujung kepala sampai ke ujung kaki tanpa banyak melakukan gerakan. Gerakan ini mirip seperti peregangan kaki atau lutut layaknya rutinitas pemanasan selama sekolah dulu.

Umumnya pemanasan ini dilakukan selama 30 detik atau lebih. Gerakannya ringan dan tidak menyakitkan. Anda akan merasakan seluruh badan meregang dan memengaruhi otot, bukan pada sendi. Berikut ini adalah beberapa jenis pemanasan yang biasa dilakukan sebelum berolah raga, Diantaranya adalah :

Pemanasan Pasif

Untuk jenis pemansan pasif ini memerlukan bantuan dari orang lain dan tidak dapat dilakukan sendiri. Karena pemanasan pasif mengharuskan Anda bersama satu orang lainnya untuk saling menekan dan meregangkan otot.

Jenis pemanasan ini dilakukan dengan cara berdiri, kemudian pinggang disandarkan ke tembok. Lalu, partner Anda dapat mengangkat kaki serta meregangkan hamstring. Pemanasan pasif bertujuan untuk mengurangi kelelahan pada otot dan rasa sakit setelah berolahraga. Tentunya hal ini juga membantu mencegah terjadi cedera otot.

Pemanasan Dinamis

Untuk Jenis pemanasan ini adalah pemanasan dinamis dimana sebelum berolahraga melibatkan pengendalian tangan dan kaki dengan perlahan hingga batas jarak pergerakan otot.

Bagian tubuh Anda perlu bergerak secara perlahan-lahan sambil meningkatkan kecepatan. Gerakan pemanasan dapat dilakukan satu per satu maupun bersamaan.

Pemanasan Aktif Terisolasi

Jenis pemanasan aktif biasanya digunakan oleh para atlet, pelatih, terapis pijat, dan profesional lainnya sebelum latihan. Cara melakukan pemanasan satu ini, Anda perlu berada pada posisi tertentu dan menahannya dengan baik tanpa bantuan orang lain selain kekuatan otot sendiri.

Pemanasan Balistik

Pemanasan balistik bertujuan mendorong bagian tubuh melebihi batas normal pergerakan dan membuatnya lebih meregang. Jenis pemanasan ini akan meningkatkan jarak pergerakan dan memicu otot meregang dengan refleks. Sayangnya, pemanasan ini juga memiliki risiko cedera yang besar. Oleh karena itu, hanya atlet dalam kondisi tertentu saja yang bisa melakukan pemanasan ini dengan baik.

Pemanasan Isometrik

Pemanasan isometrik merupakan peregangan otot statis, caranya Anda perlu menahan peregangan selama beberapa waktu. Anda bisa meminta pasangan menahan kaki Anda untuk diangkat tinggi sementara Anda berusaha menekan ke arah berlawanan. Jenis pemanasan ini adalah salah satu yang paling aman dan efektif dalam berolahraga. Hal ini bisa meningkatkan jarak pergerakan sendi, memperkuat tendon, dan ligamen saat mencapai kelenturannya.

Minum Air Putih Yang Cukup

Air adalah komponen utama yang membentuk seluruh jaringan tubuh manusia. Air membentuk 70% tubuh, 85% darah, 80% otak, 75% otot, dan 90% sel dalam tubuh. Pentingnya memiliki cairan yang cukup dengan meminum air putih setidaknya 2 liter sehari dapat membantu metabolisme tubuh agar lebih baik. Terlebih untuk orang yang gemar berolahraga, karena cukupnya cairan dalam tubuh akan menggantikan keringat yang dihasilkan.

Penanganan Cedera Otot

Langkah awal jika anda mengalami cedera otot adalah yang pertama anda harus mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera dari gerakan apapun. jika terjadi luka lebam atau pembengkakan secepatnya kompres dengan air dingin. hal ini mencegah agar tidak memburuknya peradangan pada otot dan mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan .

Kemudian balut lah bagian tubuh yang mengalami cedera otot dengan perban yang elastis agar mengurangi resiko pembengkakan yang berlebih. Untuk langkah selanjutnya sangat disarankan untuk datang ke klinik fisioterapi terdekar untuk mendapatkan diagnosa lebih lanjut.

setelah mengetahui hasil diagnosa terkait cedera otot yang dialami anda dapat mulai melakukan proses fisioterapi tentunya didampingi dengan ahli terapis yang bepengalaman.

Fisioterapi

Pada dasarnya Fisioterapi adalah hal yang tepat untuk penaganan jika anda mengalami cedera otot. Fisioterapi sendiri adalah proses terapi untuk mengembalikan fungsi dan gerak tubuh anda agar kembali normal. Dengan mengikuti fisioterapi anda juga akan mendapatkan pelatihan dan edukasi tentang penanganan dan teknik teknik tentang gerakan pemulihan terkait fungsi gerak tubuh yang baik.

Dan disamping itu Fisioterapi tidak hanya berperan untuk menangani cedera otot, untuk kasus permasalahan terkait kesehatan lainnya dapat ditangani lewat fisioterapi.

Jenis Fisioterapi Untuk Cedera Otot Pada Saat Olahraga

Pelaksanaan terapi kerap juga disebut sebagai tahap pemulihan cedera otot.Biasanya untuk membantu otot yang baru pulih, agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan kondisi baru. Pada tahap ini otot akan dilatih secara perlahan, hingga mampu beraktifitas seperti semula.

Sama seperti penanganan berbasis medis lainnya, terapi juga harus dibantu oleh tenaga profesional. Tahapan terapi tak bisa dilakukan dengan terburu-buru, sebab pemulihan otot memang membutuhkan proses dan waktu yang tak singkat.

Otot yang pulih akan ditandai dengan hilangnya efek ‘trauma’, sehingga tak terasa nyeri atau ketegangan saat diajak bergerak.

Dalam penanganan cedera, diagnosis kerusakan struktur serta proses cedera perlu ditegakkan terlebih dahulu. Berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik perlu ditetapkan tahapan keluhan apakah termasuk keluhan akut, sub kronis maupun kronis.

Pada prinsipnya, penanganan cedera akut harus dilaksanakan untuk mengurangi kerusakan lanjutan serta mengurangi keluhan keluhan akibat respon peradangan tubuh. Beberapa jenis fisioterapi untuk cedera otot adalah:

Fisioterapi Untuk Saraf Kejepit

Pada dasarnya saraf kejepit terjadi saat bantalan ruas tulang belakang bergeser dan menekan saraf tulang belakang. Jika terjadi, seseorang yang mengalami kondisi ini akan ditandai dengan sejumlah gejala, seperti nyeri pinggang, sakit punggung bagian atas, atau nyeri leher.

Jika terjadi cedera otot yang di diagnosa adanya saraf kejepit dalam kasus ringan biasanya akan sembuh dengan sendirinya, tetapi jika dialami dengan jangka waktu yang relatif lama maka sebaiknya harus segera mendapatkan proses fisioterapi.

Beberapa metode fisioterapi yang dapat menanggulangi masalah saraf kejepit diantaranya adalah dengan melakukan dengan mengikuti program pelatihan. Program pelatihan disini adalah untuk memperbaiki postur tubuh, memperkuat otot dengan melakukan senam dan rutin melakukan peregangan otot.

Kemudian dapat juga melakukan metode electroterapi, yaitu dengan menggunakan terapi yang menggunakan bantuan aliran listrik. Lalu bisa juga dengan melakukan metode fisioterapi manual, yaitu dengan dengan memijat, latihan peregangan, serta mobilisasi sendi. Langkah ini bertujuan untuk membantu relaksasi, mengurangi nyeri, serta meningkatkan fleksibilitas anggota gerak tubuh yang mengalami saraf kejepit.

Beberapa metode fisoterapi lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan metode okupasi, metode hidroterapi, metode ultrasound, dan metode terapi suhu. Semua metode ini dapat dilakukan berdasarkan hasil diagnosa dan tingkat dari cedera otot saraf kejepit yang dialami.

Fisioterapi Untuk Tulang

Fisioterapi untuk patah tulang dapat dilakukan pada dua waktu, yaitu selama masa imobilisasi (ketika gips masih terpasang atau pasca operasi dilakukan) dan setelah tulang dinyatakan sembuh dan menyatu kembali (ketika gips sudah dilepas). Tidak semua jenis fraktur akan melakukan fisioterapi pada kedua waktu tersebut.

Fisioterapi untuk patah tulang pada masa imobilisasi (Pasca operasi penyatuan tulang) bertujuan untuk mengurangi pembekakan dan rasa nyeri yang ditimbulkan. Kemudian juga membantu sirkulasi darah ke area cedera (Patah tulang). Serta untuk mempertahankan fungsi otot dan rentang gerak sendi.

Fisioterapi pada waktu tulang dinyatakan sembuh perlu segera dimulai sesegera mungkin setelah gips dilepas. Adapun latihan gerak dan bentuk terapi yang dilakukan lebih intensif dari sebelumnya. Anda mungkin perlu melakukan fisioterapi setiap hari di rumah sakit atau klinik terapi tertentu dengan pola gerakan yang lebih beragam.

Adapun lamanya terapi setelah tulang sembuh ini bisa berlangsung lama, tergantung dari tingkat keparahan fraktur Anda. Anda bisa menjalani terapi selama berbulan-bulan atau bahkan tahun hingga kondisi Anda benar-benar sudah pulih.

Klinik Fisioterapi Jakarta Selatan Yang Bagus

Banyak Klinik fisioterapi di daerah jakarta yang telah berdiri untuk melayani para pasien yang membutuhkan penaganan fisioterapi seputar masalah kesehatan pada tubuhnya. Namun kami merekomendasikan salah satu klinik fisioterapi yang berdiri di daerah Kemang di Jakarta Selatan, yaitu SILVERYwellness & Health Center.

Klinik SILVERY Wellness & Health Center merupakan pusat layanan fisioterapi yang didirikan oleh perusahaan swasta berbadan hukum yang bernama PT Adhi Bakti Luhur pada 28 November 2018 dan berlokasi di Jalan Kemang Selatan I No 16 A, Jakarta Selatan.

SilveryWellness

Klinik SILVERY Wellness & Health Center telah dilengkapi dengan berbagai pelengkapan dan alat penunjang kebutuhan fisioterapi yang telah mememnuhi standar kesehataan yang berlaku. Tidak hanya itu, Klinik ini juga memiliki kolam renang untuk proses hidroterapi dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang menunjang kenyamanan para pasiennya. Klinik SILVERY Wellness & Health Center juga memiliki para terapis handal dan sangat berpengalaman di bidangnya.

Fisioterapi Yang Direkomendasikan

Klinik SILVERY Wellness & Health Center adalah klinik fisioterapi yang kami rekomendasikan. HIndari terjadinya cedera otot untuk kesehatan anda, Kliik SILVERY Wellness & Health Center selalu siap untuk menangani jika anda mengalami berbagai keluhan. Selain itu Klinik ini juga membuka layanan janji temu, jadi anda tidak perlu antri jika ingin mendapatkan fisioterapi. Klinik ini membuka layanan pada hari senin s/d sabtu dan dimulai pada pukul 09.00 hingga 17.00.

silahkan kunjungi http://silverywellness.com/  jika ingin mengetahui info dan program yang disediakan lebih lanjut tentang klinik SILVERY Wellness & Health Center

Leave a Reply

Your email address will not be published.